
privatgarut.com Mukjizat Nabi Muhammad, Pernahkah kamu mendengar kisah tentang bulan yang terbelah dua? Atau tentang air yang mengalir dari jari tangan seseorang? Kisah-kisah ini bukan cerita dongeng atau fiksi, tapi merupakan bagian dari mukjizat Nabi Muhammad SAW. Mukjizat adalah kejadian luar biasa yang terjadi atas izin Allah, sebagai tanda kenabian dan kekuasaan-Nya.
Mukjizat Nabi Muhammad bukan hanya menarik, tetapi juga sarat dengan hikmah dan pelajaran penting. Artikel ini akan membahas dua mukjizat besar yang sangat populer di kalangan anak-anak: terbelahnya bulan dan mengalirnya air dari jari tangan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, akan dijelaskan juga makna dan pesan moral dari mukjizat tersebut, agar anak-anak bisa memahami dan meneladaninya dengan baik.
Apa Itu Mukjizat?
Secara bahasa, mukjizat berasal dari kata โajaza yang berarti melemahkan atau membuat tidak mampu. Secara istilah, mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang tidak bisa ditiru manusia, yang diberikan Allah kepada para nabi dan rasul-Nya sebagai bukti kenabian mereka.
Mukjizat diberikan kepada nabi sebagai:
- Bukti kerasulan dan kenabian.
- Cara menunjukkan kekuasaan Allah.
- Pelajaran untuk umat manusia.
- Meningkatkan keimanan orang-orang beriman.
Mengenal Nabi Muhammad SAW
Sebelum membahas mukjizat-mukjizat beliau, penting untuk mengenal siapa itu Nabi Muhammad SAW.
- Nama lengkap: Muhammad bin Abdullah
- Tempat lahir: Mekkah, tahun 570 M
- Julukan: Al-Amin (yang terpercaya)
- Pekerjaan: Pedagang sebelum menjadi Nabi
- Usia saat menerima wahyu: 40 tahun
- Wahyu pertama: Surat Al-โAlaq ayat 1โ5 di Gua Hira
Sebagai nabi terakhir, Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril. Sepanjang hidupnya, beliau menunjukkan banyak keajaiban atau mukjizat yang menguatkan ajarannya.
Mukjizat Nabi Muhammad: Bulan Terbelah
Pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah, tantangan demi tantangan terus datang dari kaum Quraisy. Dakwah beliau tentang tauhidโmengesakan Allah dan meninggalkan penyembahan berhalaโmendapat penolakan keras dari para pemuka Quraisy. Mereka tidak hanya mengejek dan mencela, tapi juga terus-menerus menuntut bukti nyata yang bisa memperkuat klaim kenabian Rasulullah.
Para pemimpin Quraisy saat itu sangat mengetahui bahwa Nabi Muhammad bukanlah penyair atau tukang sihir. Namun karena kedegilan dan kesombongan, mereka tetap meminta tanda-tanda dari langit. Suatu malam, dalam suasana langit yang cerah, mereka mendatangi Nabi dan berkata: โJika engkau benar-benar seorang nabi yang diutus oleh Tuhan, maka tunjukkanlah kepada kami mukjizat. Belahlah bulan di hadapan kami, agar kami bisa percaya!โ Permintaan ini bukan berasal dari niat tulus untuk mencari kebenaran, melainkan dari sikap menantang. Meskipun demikian, Nabi Muhammad SAW tetap memohon kepada Allah agar memberikan tanda sesuai dengan permintaan mereka.
Dalil dalam Al-Qurโan
Permintaan tersebut kemudian diikuti dengan peristiwa yang luar biasa: bulan benar-benar terbelah menjadi dua bagian. Dengan izin Allah, Nabi Muhammad SAW menunjuk ke bulan, dan saat itu juga, bulan terbelah jelas hingga orang-orang bisa melihat celah di antara dua bagian tersebut. Tidak lama kemudian, bulan pun kembali menyatu seperti sedia kala. Peristiwa ini terjadi di malam hari dan disaksikan oleh banyak penduduk Mekkah.
Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam Al-Qurโan, dalam Surah Al-Qamar ayat pertama:
ุงููุชูุฑูุจูุชู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงููุดูููู ุงููููู ูุฑู
โIqtarabatissaโatu wanshaqqal qamarโ
โTelah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.โ
โ (QS. Al-Qamar: 1)
Ayat ini turun sebagai bentuk pengukuhan dari peristiwa besar tersebut. Kata โIqtarabatissaโahโ menandakan bahwa Hari Kiamat semakin dekat, dan โwanshaqqal qamarโ adalah bukti kekuasaan Allah yang telah terjadi di dunia sebagai peringatan dan tanda.
Reaksi Kaum Quraisy
Meskipun peristiwa luar biasa ini terjadi di depan mata mereka sendiri, banyak dari kaum Quraisy tetap tidak mau beriman. Sebagian dari mereka langsung berkata bahwa itu adalah sihir yang kuat, dan bahkan menyebarkan narasi tersebut agar orang-orang tidak mempercayainya. Mereka menyatakan bahwa Nabi Muhammad hanya sedang menyihir pandangan mereka. Namun, orang-orang yang lebih jujur bertanya kepada para musafir dan kafilah dagang yang baru tiba dari luar kota: โApakah kalian juga melihat bulan terbelah pada malam ini?โ Dan mereka pun membenarkan bahwa mereka menyaksikan fenomena yang sama dari tempat yang jauh. Hal ini semakin membuktikan bahwa peristiwa itu bukan sihir yang terbatas pada pandangan orang-orang Mekkah, tetapi kejadian nyata yang bisa dilihat oleh siapa saja.
Mukjizat Nabi Muhammad: Air Mengalir dari Jari

Kisah Air Mengalir dari Jari Nabi
Kejadian ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat sedang melakukan perjalanan. Dalam suatu waktu, mereka kehabisan air untuk wudhu dan minum.
Lalu, Nabi Muhammad SAW meletakkan tangannya ke dalam wadah, dan air keluar dari sela-sela jari tangan beliau, seperti mata air! Para sahabat pun berwudhu dan minum dari air tersebut, jumlah mereka mencapai ratusan orang!
Diriwayatkan dalam Hadis Shahih
Hadis dari Anas bin Malik RA:
โAku melihat air memancar dari jari-jari Nabi SAW.โ
(HR. Bukhari no. 3576 dan Muslim no. 1856)
Hikmah dan Pelajaran
- Nabi Muhammad bukan orang biasa, tapi utusan Allah.
- Keajaiban ini terjadi atas izin Allah, bukan karena kekuatan manusia.
- Mengajarkan rasa syukur dan kepercayaan penuh kepada pertolongan Allah.
Mukjizat Lain Nabi Muhammad
- Makanan Sedikit Menjadi Banyak
- Perjalanan Israโ dan Miโraj
- Berbicara dengan Hewan dan Tumbuhan
- Membelah Bulan
- Doa Mustajab
- Memberi Berkah kepada Sesuatu
- Mengetahui Hal Ghaib (atas izin Allah)
- Diselamatkan dari Upaya Pembunuhan
- Menanggapi Gerhana dengan Shalat Gerhana
Relevansi Mukjizat Nabi Muhammad untuk Anak Zaman Sekarang
Mengapa Anak Perlu Mengenal Mukjizat?
- Menanamkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
- Meningkatkan keimanan sejak dini.
- Melatih anak untuk percaya kepada hal-hal ghaib yang benar.
- Menjadi inspirasi untuk hidup lebih baik.
Cara Menyampaikan Mukjizat ke Anak
- Gunakan bahasa sederhana dan visualisasi menarik.
- Ceritakan dengan nada dongeng yang menyenangkan.
- Sisipkan nilai moral seperti kejujuran, kesabaran, dan keimanan.
- Gunakan media edukatif seperti buku, animasi, dan lagu.
Beberapa mukjizat memiliki penjelasan ilmiah, tetapi banyak juga yang tidak dapat dijelaskan oleh sains karena berasal dari kuasa Allah. Tujuannya bukan untuk diuji secara ilmiah, tetapi untuk memperkuat iman. Mukjizat Nabi Muhammad bukan hanya cerita menarik untuk anak-anak, tetapi juga sumber pelajaran berharga tentang keimanan, keteladanan, dan kasih sayang Allah kepada umat manusia. Bulan terbelah dan air yang mengalir dari jari-jari Nabi adalah tanda nyata bahwa beliau adalah utusan Allah. Dengan mengenal dan memahami mukjizat Nabi Muhammad, anak-anak akan lebih mencintai Nabi, lebih semangat belajar agama, dan tumbuh sebagai pribadi yang beriman serta berakhlak mulia.