- 1. Latar Belakang Hijrah: Awal Mula Pertemuan Kaum Anshar dan Muhajirin
- 2. Definisi dan Identitas Kaum Anshar dan Muhajirin
- 3. Kisah Mengharukan: Membagi Setengah Harta
- 4. Nilai-Nilai Ukhuwah dalam Kisah Kaum Anshar dan Muhajirin
- 5. Ayat dan Hadits yang Menguatkan Ukhuwah Anshar dan Muhajirin
- 6. Relevansi Ukhuwah Anshar dan Muhajirin di Era Modern
- 7. Pelajaran Penting dari Kisah Kaum Anshar dan Muhajirin

privatgarut.com Kisah Ukhuwah, Dalam sejarah Islam terdapat kisah luar biasa yang menggambarkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan dalam iman. Kisah itu datang dari peristiwa hijrah, saat Nabi Muhammad ๏ทบ dan para sahabatnya yang berasal dari Mekkah (Kaum Muhajirin) meninggalkan tanah kelahiran mereka untuk menetap di Madinah. Di kota itulah, mereka disambut dengan tangan terbuka oleh penduduk lokal yang kelak dikenal sebagai Kaum Anshar.
Persaudaraan antara Kaum Anshar dan Muhajirin menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam sejarah peradaban manusia. Bukan hanya sebatas membantu, Kaum Anshar bahkan rela membagi setengah dari harta mereka, termasuk rumah, ladang, bahkan istri, demi membangun ukhuwah yang tulus karena Allah semata. Melalui artikel ini, kita akan mengupas tentang kisah tersebut, nilai-nilai luhur yang bisa dipetik, serta relevansinya dalam kehidupan masa kini. Fokus utama tetap pada kekuatan Kisah ukhuwah antara Kaum Anshar dan Muhajirin sebagai pondasi penting dalam membangun masyarakat Islam yang kuat.
Latar Belakang Hijrah: Awal Mula Pertemuan Kaum Anshar dan Muhajirin

Situasi di Mekkah
Sebelum peristiwa hijrah, umat Islam di Mekkah menghadapi tekanan berat dari kaum Quraisy. Penindasan, boikot ekonomi, kekerasan fisik, hingga pengucilan sosial menjadi makanan sehari-hari bagi para sahabat. Dalam kondisi yang semakin sulit, Allah memerintahkan Nabi Muhammad ๏ทบ untuk berhijrah ke Yatsribโyang kelak disebut Madinah.
Sambutan Kaum Anshar di Madinah
Saat kabar akan datangnya Rasulullah menyebar ke Madinah, Kaum Anshar dengan penuh semangat menyiapkan sambutan. Mereka bukan hanya membuka rumah, tetapi juga membuka hati mereka. Tidak sedikit dari mereka yang mempersiapkan harta, makanan, dan bahkan lahan pertanian untuk dibagikan kepada para pendatang dari Mekkah, yakni Kaum Muhajirin.
Definisi dan Identitas Kaum Anshar dan Muhajirin
Siapa Kaum Muhajirin?
Kaum Muhajirin adalah para sahabat Nabi yang berasal dari Mekkah. Mereka meninggalkan segalanyaโrumah, keluarga, harta bendaโdemi menegakkan agama Islam dan mendapatkan keamanan untuk menjalankan ibadah kepada Allah. Kaum Muhajirin adalah lambang pengorbanan total dalam memperjuangkan kebenaran.
Siapa Kaum Anshar?
Kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang berasal dari dua suku utama, yaitu Aus dan Khazraj. Setelah menerima dakwah Islam melalui pertemuan dengan Nabi di Bai’at Aqabah, mereka berkomitmen untuk melindungi Rasulullah dan sahabatnya. Dalam sejarah, mereka digambarkan sebagai contoh terbaik dari kaum yang penuh empati, solidaritas, dan keikhlasan.
Kisah Mengharukan: Membagi Setengah Harta

Perintah Rasulullah untuk Mempersaudarakan
Salah satu keputusan pertama Rasulullah ๏ทบ ketika tiba di Madinah adalah Kisah Ukhuwah mempererat hubungan antara Kaum Anshar dan Muhajirin melalui ikatan persaudaraan (ukhuwah islamiyah). Rasul tidak sekadar mengajak mereka saling mengenal, tetapi menetapkan mereka dalam hubungan seperti saudara kandung. Setiap satu orang dari Kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan satu orang dari Kaum Anshar.
Kisah Abdurrahman bin Auf dan Saโad bin Rabiโ
Salah satu kisah paling terkenal adalah kisah Kisah Seorang Muhajirin dan Anshar yang Tersohor Setelah dipersaudarakan oleh Rasulullah, Saโad berkata kepada Abdurrahman:
โAku adalah salah satu orang Anshar yang paling kaya. Aku akan membagi separuh hartaku untukmu. Aku juga memiliki dua istri, lihatlah siapa di antara keduanya yang engkau sukai, maka akan kuceraikan, dan setelah masa iddah selesai, engkau dapat menikahinya.โ
Sungguh luar biasa! Ini bukan sekadar menawarkan rumah atau makanan, tetapi menawarkan bagian penting dari hidupnya. Namun Abdurrahman bin Auf dengan rendah hati menolak tawaran itu dan hanya meminta ditunjukkan di mana pasar berada agar ia bisa berdagang dan mandiri. Inilah dua karakter hebat: pemberi dan penerima yang sama-sama ikhlas dan tangguh.
Nilai-Nilai Ukhuwah dalam Kisah Kaum Anshar dan Muhajirin
1. Kepedulian yang Tulus
Kaum Anshar tidak melihat Kaum Muhajirin sebagai beban. Mereka tidak mengeluh, tidak pula menilai secara materi. Mereka memahami bahwa persaudaraan karena Allah lebih utama daripada hubungan darah sekalipun.
2. Kedermawanan Tanpa Pamrih
Memberi setengah harta tanpa diminta? Itulah standar yang ditunjukkan oleh Kaum Anshar. Mereka tidak menunggu orang lain meminta bantuan, tetapi justru berinisiatif menawarkan semua yang mereka punya.
3. Mandiri dan Tidak Menyusahkan Orang Lain
Di sisi lain, Kaum Muhajirin tidak memanfaatkan kebaikan Kaum Anshar. Mereka segera mencari jalan untuk mandiri, berdagang, bekerja, bahkan menyumbang kembali untuk perjuangan Islam.
4. Keikhlasan dalam Iman
Persaudaraan ini bukan dibuat-buat. Ia tumbuh dari iman yang sama dan tujuan hidup yang serupa, yaitu meraih ridha Allah dan menegakkan Islam.
Ayat dan Hadits yang Menguatkan Ukhuwah Anshar dan Muhajirin
QS. Al-Hasyr Ayat 9
โDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada (Muhajirin), dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas diri mereka sendiri, meskipun mereka dalam kesusahan.โ
Ayat ini menggambarkan betapa Kaum Anshar adalah teladan dalam keikhlasan dan pengorbanan. Bahkan ketika mereka sendiri kekurangan, mereka tetap mengutamakan kebutuhan saudara seimannya.
Hadits tentang Persaudaraan
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
โPerumpamaan kaum Mukmin dalam cinta dan kasih sayang mereka itu seperti satu tubuh. Jika satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.โ (HR. Muslim)
Inilah yang terjadi antara Kaum Anshar dan Muhajirin. Mereka tidak sekadar berbagi secara fisik, tetapi juga secara emosional dan spiritual.
Relevansi Ukhuwah Anshar dan Muhajirin di Era Modern
Menghadapi Krisis Kemanusiaan
Di zaman sekarang, banyak sekali pengungsi, korban bencana, dan saudara-saudara Muslim yang kehilangan tempat tinggal. Apakah kita mampu meneladani Kaum Anshar dan membuka rumah serta harta untuk mereka?
Solidaritas Antarumat Islam
Dalam era globalisasi, perpecahan umat Islam seringkali terjadi karena perbedaan mazhab, golongan, dan negara. Kisah ini mengingatkan kita bahwa persaudaraan karena iman lebih penting daripada perbedaan lainnya.
Pendidikan Karakter untuk Anak dan Remaja
Nilai-nilai ukhuwah ini seharusnya menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah maupun rumah. Anak-anak harus belajar bahwa berbagi dan membantu sesama adalah pilar dalam menjadi Muslim sejati.
Pelajaran Penting dari Kisah Kaum Anshar dan Muhajirin
| Nilai | Penjelasan |
|---|---|
| Ukhuwah | Persaudaraan karena Allah lebih kuat dari hubungan darah |
| Kedermawanan | Memberi bahkan ketika dalam kekurangan |
| Keimanan | Menjadi fondasi dari seluruh tindakan mulia |
| Mandiri | Tidak menyusahkan orang lain walau dalam keadaan sulit |
| Ikhlas | Berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan apapun |
Kisah Kaum Anshar dan Muhajirin bukan hanya cerita indah dari masa lampau, tetapi cermin nyata dari kekuatan ukhuwah Islamiyah. Mereka bukan hanya berbagi tempat tinggal dan makanan, tetapi juga cinta, kasih sayang, dan impian dalam membangun peradaban Islam yang kuat.
Di dunia yang kian individualistis ini, kita sangat membutuhkan semangat seperti yang ditunjukkan oleh Kaum Anshar dan Muhajirin. Mari kita tanamkan kembali nilai-nilai itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, komunitas, hingga masyarakat secara luas.
Jika kita ingin menjadi bagian dari perubahan, mulailah dari mempererat tali ukhuwah dan menjadikan kisah ini sebagai inspirasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.