- 1. Siapa Itu Nabi Yusuf?
- 2. Mimpi Ajaib Nabi Yusuf
- 3. Saudara-Saudara yang Dengki
- 4. Dari Sumur ke Mesir
- 5. Fitnah dan Penjara
- 6. Dari Penjara ke Istana
- 7. Pertemuan dengan Saudara-Saudaranya
- 8. Yusuf Bertemu Kembali dengan Ayahnya
- 9. Pelajaran Berharga dari Kisah Nabi Yusuf
- 10. Cara Menyampaikan Kisah Nabi Yusuf kepada Anak

privatgarut.com Kisah Nabi Yusuf, Setiap anak pasti menyukai cerita yang seru, penuh petualangan, dan sarat makna. Salah satu kisah yang paling menarik dalam Al-Qurโan dan sangat cocok untuk anak-anak adalah Kisah Nabi Yusuf. Kisah ini bukan hanya mengajarkan keajaiban dan kekuatan Allah, tetapi juga tentang kesabaran, kejujuran, dan bagaimana kebaikan akan selalu menang atas kejahatan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas Kisah Nabi Yusuf dari awal sampai akhir dengan gaya bahasa yang mudah dipahami anak-anak, sekaligus memperkaya nilai-nilai moral dan spiritual mereka. Yuk, kita ikuti petualangan Nabi Yusuf dari sumur gelap hingga akhirnya menjadi tokoh penting di Istana Mesir!
Siapa Itu Nabi Yusuf?
Nabi Yusuf adalah salah satu dari dua belas anak Nabi Yaโqub AS. Ia dikenal sebagai anak yang paling tampan dan memiliki hati yang sangat baik. Sejak kecil, Nabi Yusuf menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan menjadi orang besar. Ia juga diberi anugerah oleh Allah berupa kemampuan menafsirkan mimpi.
- Ayah: Nabi Yaโqub AS
- Kakek: Nabi Ishaq AS
- Buyut: Nabi Ibrahim AS
- Ibu: Rahil (meninggal saat melahirkan adiknya, Bunyamin)
- Saudara: Yusuf memiliki 11 saudara, termasuk Bunyamin
Allah memberikan Nabi Yusuf wajah yang sangat rupawan dan hati yang lembut. Ia juga dikenal sangat sabar dan tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia adalah contoh sempurna untuk anak-anak yang ingin tumbuh menjadi pribadi yang baik dan dicintai.
Mimpi Ajaib Nabi Yusuf
Suatu malam, Yusuf kecil bermimpi. Ia melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Dengan polosnya, Yusuf menceritakan mimpi ini kepada ayahnya. “Wahai Ayahku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS. Yusuf: 4)
Nabi Yaโqub pun langsung tahu bahwa ini bukan mimpi biasa. Ia yakin bahwa anaknya akan menjadi orang besar yang memiliki kedudukan tinggi. Nabi Yaโqub meminta Yusuf untuk tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya karena khawatir mereka akan merasa iri. Dan ternyata, rasa iri itu benar-benar munculโฆ
Saudara-Saudara yang Dengki
Nabi Yusuf โalaihis salam adalah salah satu dari 12 anak Nabi Ya’qub โalaihis salam. Jadi, Nabi Yusuf memiliki 11 saudara laki-laki. Dalam tradisi Islam, tidak semua nama saudara Yusuf disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qurโan, namun dalam sumber-sumber tafsir dan sejarah Islam (seperti Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qurthubi, dan karya-karya Ibnu Katsir), nama-nama mereka disebutkan.
Berikut adalah 12 putra Nabi Ya’qub, termasuk Nabi Yusuf:
Anak-anak Nabi Ya’qub (12 Putra / 12 Bani Israel)
- Reuben (Rauban / Rubil)
- Simeon (Syamโun)
- Levi (Lawiy)
- Judah (Yahudza / Yahuda)
- Dan
- Naphtali (Naftali)
- Gad
- Asher
- Issachar (Yaskur)
- Zebulun
- Benjamin (Bunyamin)
- Yusuf (Yusuf โalaihis salam)
Rasa Iri yang Menjadi Bencana
Saudara-saudara Yusuf merasa cemburu karena ayah mereka tampak lebih sayang pada Yusuf dan Bunyamin. Mereka mulai merencanakan sesuatu yang jahat. Mereka berdiskusi, bahkan ada yang mengusulkan untuk membunuh Yusuf! Tapi salah satu dari mereka berkata, โJangan bunuh dia, buang saja ke dalam sumur agar orang lain menemukannya.โ
Yusuf Dibuang ke Sumur
Dengan berpura-pura ingin bermain, saudara-saudara Yusuf meminta izin kepada ayahnya untuk membawa Yusuf jalan-jalan. Nabi Yaโqub awalnya ragu, tetapi akhirnya mengizinkan. Setibanya di padang, mereka menjebak Yusuf dan melemparkannya ke dalam sumur yang dalam dan gelap. Mereka lalu kembali kepada ayah mereka sambil membawa baju Yusuf yang mereka lumuri darah palsu dari kambing.
“Wahai Ayah kami, sesungguhnya kami telah pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan oleh serigala.” (QS. Yusuf: 17) Nabi Yaโqub sangat sedih, tapi ia tetap sabar dan percaya bahwa Allah akan mengembalikan Yusuf suatu hari nanti.
Dari Sumur ke Mesir

Yusuf Ditemukan Kafilah
Beberapa waktu kemudian, rombongan musafir yang sedang mencari air menemukan Yusuf kecil di dalam sumur. Mereka lalu membawanya ke Mesir dan menjualnya sebagai budak dengan harga yang sangat murah.
Yusuf dijual kepada seorang pejabat Mesir yang bernama Al-Aziz. Istrinya, Zulaikha, sangat terkesan dengan ketampanan Yusuf dan ingin memeliharanya di rumah. “Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: ‘Berikanlah dia tempat yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan dia sebagai anak.'” (QS. Yusuf: 21) Yusuf tumbuh menjadi pemuda yang sangat cerdas dan tampan. Ia dipercaya mengurus banyak hal di rumah Al-Aziz.
Fitnah dan Penjara
Siapa Zulaikha?
Zulaikha adalah istri dari seorang pejabat tinggi Mesir, yang dalam banyak riwayat dikenal sebagai Al-Aziz, seorang pembesar kerajaan yang membeli Yusuf dari rombongan kafilah setelah Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya. Karena ketampanan dan akhlaknya yang luar biasa, Yusuf menjadi sosok yang disukai oleh banyak orangโtermasuk Zulaikha sendiri. Yusuf tinggal di rumah Al-Aziz dan tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan bijak. Di sanalah Yusuf dan Zulaikha berada dalam satu lingkungan.
Godaan Zulaikha
Ketampanan dan kepribadian Yusuf membuat Zulaikha tergoda. Ia pun mencoba merayu Yusuf untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Namun, Yusuf menolaknya dengan tegas karena ia takut kepada Allah dan ingin menjaga kehormatan dirinya serta amanah dari tuannya.
Dalam Al-Qurโan surat Yusuf ayat 24 disebutkan:
โ…Dan sungguh wanita itu telah bermaksud (melakukan sesuatu) terhadap Yusuf, dan Yusuf pun (bermaksud) terhadapnya andaikata ia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah agar Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia termasuk hamba Kami yang terpilih.โ
Yusuf berlari menjauh, namun Zulaikha mengejarnya hingga bajunya terkoyak dari belakang. Saat suaminya datang, Zulaikha pun berusaha membalikkan keadaan dengan memfitnah Yusuf bahwa Yusuf-lah yang mencoba menggodanya.
Fitnah yang Mengubah Nasib
Kebingungan melanda suami Zulaikha. Namun, seorang saksi dari keluarga mereka menunjukkan bukti bahwa jika baju Yusuf terkoyak dari belakang, berarti Yusuf-lah yang mencoba melarikan diriโdan Zulaikha yang bersalah. Suami Zulaikha pun tahu kebenarannya, tetapi demi menjaga nama baik keluarga dan meredam isu yang bisa membesar, Yusuf akhirnya dipenjara.
Kehidupan di Penjara
Meskipun dipenjara tanpa bersalah, Yusuf tetap sabar, tawakal, dan tidak menyimpan dendam. Di penjara, ia tetap berakhlak mulia dan selalu membantu sesama tahanan. Akhlaknya yang istimewa membuatnya disegani, dan ia pun mulai dikenal sebagai sosok bijak yang bisa menafsirkan mimpi.
Dua orang teman satu sel dengan Yusuf pun bercerita tentang mimpi mereka. Dengan izin Allah, Yusuf menafsirkan mimpi mereka secara akurat. Tafsiran itu pun benar-benar terjadiโsalah satu dari mereka dibebaskan dan menjadi pelayan raja, sedangkan yang lain dihukum mati, sesuai dengan tafsir Yusuf.
Dari Penjara ke Istana
Mimpi Raja Mesir
Suatu hari, Raja Mesir bermimpi aneh: tujuh sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus, dan tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir kering. Tak ada yang bisa menafsirkannya, sampai salah satu pelayan yang dulu pernah dipenjara bersama Yusuf mengingat kemampuan Yusuf.
Yusuf dipanggil untuk menafsirkan mimpi itu. Ia menjelaskan bahwa mimpi itu adalah tanda akan datangnya tujuh tahun masa subur, lalu tujuh tahun masa kelaparan.
“Kamu akan bercocok tanam tujuh tahun sebagaimana biasa, kemudian datang tujuh tahun yang sangat sulit, yang akan memakan habis apa yang kamu simpan sebelumnya…” (QS. Yusuf: 47-48)
Yusuf Menjadi Menteri
Raja sangat terkesan dan mengangkat Yusuf menjadi orang kepercayaannya untuk mengurus logistik negara. Yusuf kini resmi menjadi pemimpin yang bijak dan cerdas di Mesir.
Pertemuan dengan Saudara-Saudaranya

Datang Mencari Makanan
Saat masa kelaparan datang, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk membeli makanan. Mereka tidak mengenali Yusuf yang kini telah menjadi menteri. Yusuf tetap sabar dan baik kepada mereka. Beberapa kali pertemuan terjadi, sampai akhirnya Yusuf mengungkapkan jati dirinya.
“Akulah Yusuf, dan ini saudaraku (Bunyamin). Sungguh Allah telah memberikan karunia kepada kami.” (QS. Yusuf: 90) Saudara-saudaranya sangat malu dan menyesal. Tapi Yusuf tidak marah. Ia memaafkan mereka.
Yusuf Bertemu Kembali dengan Ayahnya
Yusuf mengundang ayahnya dan seluruh keluarganya untuk tinggal bersamanya di Mesir. Saat mereka sampai, mimpi Yusuf di masa kecil pun menjadi kenyataan: ayah, ibu, dan saudara-saudaranya bersujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan. “Dan ia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana, dan mereka (semuanya) sujud kepada Yusuf.” (QS. Yusuf: 100)
Pelajaran Berharga dari Kisah Nabi Yusuf
Kisah Nabi Yusuf penuh dengan nilai-nilai yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak:
- Sabar dalam Menghadapi Ujian
- Jujur dalam Segala Situasi
- Memaafkan Orang Lain
- Percaya kepada Allah
- Menjaga Diri dari Perbuatan Buruk
Cara Menyampaikan Kisah Nabi Yusuf kepada Anak
Agar anak-anak bisa memahami Kisah Nabi Yusuf dengan baik:
- Gunakan boneka atau gambar ilustrasi
- Ceritakan dengan ekspresi wajah yang menarik
- Ajak anak berdiskusi, misalnya: “Apa yang kamu lakukan jika jadi Yusuf?”
- Tanyakan kembali: “Pelajaran apa yang kamu dapat dari cerita ini?”
Kisah Nabi Yusuf adalah cerita yang luar biasa untuk anak-anak. Ia bukan hanya tokoh nabi yang hebat, tetapi juga teladan dalam hal kesabaran, kejujuran, dan keimanan. Dari sumur yang gelap hingga istana yang megah, Yusuf menunjukkan bahwa siapa pun bisa mencapai kebaikan asalkan tetap percaya kepada Allah dan melakukan hal yang benar.
Dengan menyampaikan Kisah Nabi Yusuf untuk anak, kita bisa menanamkan nilai-nilai moral yang akan membentuk karakter mereka di masa depan. Yuk, ceritakan kisah ini kepada anak-anak kita hari ini!