- 1. Siapakah Nabi Yunus AS?
- 2. Dakwah di Kota Ninawa: Awal Mula Kisah Nabi Yunus
- 3. Kepergian Nabi Yunus: Sebuah Kesalahan Nabi
- 4. Mukjizat: Nabi Yunus Ditelan Ikan Besar
- 5. Doa Nabi Yunus dalam Kegelapan
- 6. Pengampunan Allah dan Keselamatan Nabi Yunus
- 7. Kaum Ninawa Bertobat
- 8. Pelajaran dari Kisah Nabi Yunus
- 9. Kisah Nabi Yunus dalam Al-Qurโan dan Hadits
- 10. Relevansi Kisah Nabi Yunus di Zaman Sekarang
privatgarut.com Kisah Nabi Yunus adalah salah satu cerita paling menyentuh dan penuh hikmah dalam Al-Qurโan. Tidak hanya memberikan pelajaran tentang kesabaran dan pengampunan, kisah ini juga menunjukkan keajaiban doa yang diucapkan dari dalam kegelapan perut ikan. Nabi Yunus AS adalah seorang nabi yang diutus kepada kaum yang membangkang, namun beliau sempat meninggalkan tugas dakwahnya karena keputusasaan. Peristiwa ini berujung pada mukjizat luar biasa: ditelan oleh ikan besar dan kemudian diselamatkan oleh rahmat Allah SWT.
Artikel ini akan membahas kisah Nabi Yunus, mulai dari penunjukannya sebagai nabi, reaksi kaumnya, kisah ditelannya oleh ikan besar, doa yang diucapkan dalam kegelapan, hingga pelajaran moral dan spiritual yang dapat dipetik oleh umat Islam masa kini.

Siapakah Nabi Yunus AS?
Nama dan Keturunan
Nabi Yunus AS, juga dikenal dengan nama Dzun Nun (ุฐู ุงูููู) dalam Al-Qurโan, adalah salah satu nabi yang termasuk dalam 25 nabi yang wajib diketahui dalam Islam. Ia berasal dari keturunan Nabi Yaโqub AS dan tinggal di wilayah Ninawa, yang saat ini diperkirakan berada di wilayah Irak modern.
Tugas Kenabian
Allah SWT mengutus Nabi Yunus kepada penduduk Ninawa, sebuah kota besar yang dihuni oleh orang-orang musyrik dan durhaka. Tugas utama Nabi Yunus adalah mengajak mereka kembali ke jalan tauhid, menyembah Allah semata, dan meninggalkan perbuatan syirik.
Dakwah di Kota Ninawa: Awal Mula Kisah Nabi Yunus
Kisah Nabi Yunus dimulai dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah kepada kaum yang membangkang. Meski Nabi Yunus telah mengingatkan dan menyeru mereka dengan sungguh-sungguh, kaum Ninawa tetap menolak dan mengejek ajarannya.
Penolakan Kaum Nabi Yunus
Kaum tersebut tidak hanya mengabaikan seruan Nabi Yunus, tetapi juga mencemooh dan menolak keberadaannya sebagai nabi. Mereka lebih memilih menyembah berhala dan mengikuti tradisi nenek moyang mereka. Sikap keras kepala mereka membuat Nabi Yunus merasa kecewa dan putus asa.
โDan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya…โ
(QS. Al-Anbiya: 87)
Kepergian Nabi Yunus: Sebuah Kesalahan Nabi
Merasa gagal, Nabi Yunus meninggalkan kaumnya tanpa izin dari Allah. Ini menjadi titik penting dalam kisah Nabi Yunus, karena sebagai nabi, ia tidak seharusnya meninggalkan tugas kenabiannya begitu saja. Setelah pergi meninggalkan Ninawa, Nabi Yunus naik ke sebuah kapal yang penuh sesak. Dalam pelayaran tersebut, kapal mengalami guncangan besar, dan para awak kapal memutuskan untuk mengundi siapa yang harus dilempar ke laut demi meringankan beban kapal. Dalam undian yang dilakukan beberapa kali, nama Nabi Yunus selalu muncul. Maka dengan rela, ia pun melompat ke laut sebagai bentuk tanggung jawab dan kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat. โ…Maka ia ikut berundi dan ia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian). Lalu ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.โ
(QS. As-Saffat: 141-142)
Mukjizat: Nabi Yunus Ditelan Ikan Besar

Dalam laut yang gelap, Nabi Yunus ditelan oleh seekor ikan besar. Al-Qurโan tidak menyebutkan secara eksplisit jenis ikan tersebut, namun disebut sebagai al-hut (ุงูุญูุช), yang berarti ikan besar atau paus. Para ulama menyebutkan bahwa Nabi Yunus berada dalam tiga kegelapan:
- Kegelapan malam
- Kegelapan laut
- Kegelapan perut ikan
Dalam keadaan yang sangat terdesak inilah, Nabi Yunus menyadari kesalahannya dan memanjatkan doa yang sangat ikhlas dan penuh pengakuan.
Doa Nabi Yunus dalam Kegelapan
Salah satu bagian paling terkenal dari kisah Nabi Yunus adalah doanya yang diucapkan dari dalam perut ikan besar:
“Laa ilaaha illa anta, subhaanaka innii kuntu minaz-zhalimiin”
(Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim).
(QS. Al-Anbiya: 87)
Doa ini menjadi simbol taubat dan pengakuan akan kesalahan. Nabi Yunus tidak menyalahkan orang lain atau kaumnya, tetapi dengan rendah hati mengakui bahwa ia telah berlaku zalim dengan meninggalkan tugasnya.
Keistimewaan Doa Ini
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa Dzun Nun yang dibaca saat di dalam perut ikan: Laa ilaaha illa anta, subhaanaka innii kuntu minaz-zhalimiin. Tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam urusan apapun kecuali Allah akan mengabulkannya.”
(HR. Tirmidzi)
Pengampunan Allah dan Keselamatan Nabi Yunus
Allah SWT menerima taubat Nabi Yunus karena doanya yang tulus dan ikhlas. Maka Allah memerintahkan ikan besar untuk memuntahkan tubuh Nabi Yunus ke daratan.
โMaka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.โ
(QS. Al-Anbiya: 88)
Kondisi Setelah Diselamatkan
Nabi Yunus dilempar ke daratan dalam keadaan lemah dan sakit. Allah menumbuhkan pohon jenis labu (yaqthin) di dekatnya agar ia bisa berlindung dan pulih dari kelelahan.
โDan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.โ
(QS. As-Saffat: 146)
Kaum Ninawa Bertobat
Sementara itu, setelah Nabi Yunus pergi, tanda-tanda azab mulai muncul di Ninawa. Kaum tersebut akhirnya sadar akan dosa mereka dan bertaubat secara massal. Mereka menyesali tindakan mereka terhadap Nabi Yunus dan memohon ampun kepada Allah.
Karena taubat mereka diterima, azab yang semula direncanakan Allah pun dibatalkan. Ini adalah satu dari sedikit kisah dalam Al-Qurโan di mana suatu kaum benar-benar diselamatkan setelah bertobat secara kolektif.
Pelajaran dari Kisah Nabi Yunus
1. Jangan Putus Asa dalam Berdakwah
Kisah Nabi Yunus mengajarkan bahwa dalam berdakwah dan menyampaikan kebenaran, kita tidak boleh terburu-buru menghakimi hasilnya. Kesabaran adalah kunci.
2. Taubat yang Tulus Diterima Allah
Nabi Yunus menunjukkan bahwa Allah Maha Pengampun terhadap hamba-Nya yang benar-benar bertaubat, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun.
3. Keajaiban Doa
Doa Nabi Yunus yang diucapkan dalam kegelapan menjadi bukti bahwa kekuatan doa bisa menembus batas logika dan realitas fisik. Doa ini menjadi salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dihafal dan diamalkan.
4. Allah Maha Kuasa atas Segala Sesuatu
Mukjizat ditelannya Nabi Yunus dan kemudian selamat darinya merupakan bukti bahwa Allah Maha Kuasa mengatur segala makhluk-Nya, bahkan ikan di laut yang dalam.
Kisah Nabi Yunus dalam Al-Qurโan dan Hadits
Kisah ini disebutkan dalam beberapa surat Al-Qurโan, antara lain:
- Surah Al-Anbiya (21): 87โ88
- Surah As-Saffat (37): 139โ148
- Surah Yunus (10): 98
- Surah Al-Qalam (68): 48โ50
Dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya mengamalkan doa Nabi Yunus dan menjadikannya bagian dari amalan harian.
Relevansi Kisah Nabi Yunus di Zaman Sekarang
Meskipun terjadi ribuan tahun lalu, kisah Nabi Yunus tetap relevan bagi umat Islam modern. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering merasa gagal, terpuruk, atau terjebak dalam situasi yang gelap. Namun dari kisah ini kita belajar bahwa harapan dan ampunan selalu terbuka, asalkan kita mau kembali kepada Allah dengan hati yang tulus.
Kisah Nabi Yunus bukan sekadar cerita tentang nabi yang ditelan ikan besar. Ia adalah kisah tentang taubat, ketekunan, kekuatan doa, dan kasih sayang Allah. Dalam dunia yang penuh ujian dan kegelapan, kita diajarkan untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Doa Nabi Yunus menjadi simbol harapan dan kekuatan spiritual bagi setiap muslim. Jadikanlah kisah ini sebagai pelajaran hidup. Ketika merasa berada di titik paling rendah, ingatlah bahwa Allah Maha Mendengar. Ucapkan dengan hati yang penuh pengharapan:
“Laa ilaaha illa anta, subhaanaka innii kuntu minaz-zhalimiin.”