- 1. Profil Singkat Abdurrahman bin Auf
- 2. Hijrah dan Awal Mula Kehidupan Bisnis
- 3. Strategi Bisnis Abdurrahman bin Auf
- 4. Kekayaan yang Tak Membutakan
- 5. Kedekatan dengan Rasulullah SAW
- 6. Pelajaran Penting dari Abdurrahman bin Auf
- 7. Warisan dan Pengaruh Jangka Panjang
- 8. Abdurrahman bin Auf dalam Pandangan Ulama
privatgarut.com Abdurrahman bin Auf, Siapa yang tidak ingin sukses dalam dunia bisnis dan pada saat yang sama mendapatkan jaminan masuk surga? Dalam sejarah Islam, terdapat sosok teladan yang mewakili dua hal tersebut sekaligus. Dialah Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai pebisnis ulung dan dermawan luar biasa. Keberhasilannya dalam berdagang tidak membuatnya lupa akan tanggung jawab sosial dan keimanannya kepada Allah SWT. Bahkan, Rasulullah SAW menjamin tempat untuknya di surga.
Nama Abdurrahman bin Auf sering disebut dalam berbagai kisah inspiratif sebagai contoh nyata seorang Muslim yang berhasil dunia akhirat. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai kehidupan beliau, prinsip bisnis yang dijalankan, serta kontribusinya dalam dakwah Islam. Kisah ini bukan hanya cocok dibaca oleh pelaku bisnis, tapi juga oleh siapa saja yang ingin menyeimbangkan kesuksesan duniawi dan ukhrawi.
Profil Singkat Abdurrahman bin Auf

Memiliki nama asli Abdul Kaโbah. Namun setelah masuk Islam, Rasulullah SAW mengganti namanya menjadi Abdurrahman bin Auf. Ia termasuk dalam sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga (Asyrah al-Mubasyyirin bil Jannah). Nasab lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdi Auf bin Abdu Manaf. Ia berasal dari suku Quraisy, sama seperti Nabi Muhammad SAW.
Beliau termasuk dalam golongan orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Ia memeluk Islam atas ajakan sahabat dekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Keislamannya diterima dengan penuh keyakinan dan sejak saat itu, ia menjadi pendukung setia perjuangan Rasulullah SAW.
Hijrah dan Awal Mula Kehidupan Bisnis

Ketika kaum Muslimin berhijrah dari Makkah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf turut serta. Ia meninggalkan seluruh harta kekayaannya di Makkah demi menyelamatkan keimanannya. Di Madinah, ia memulai hidup dari nol. Rasulullah SAW mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan Saโad bin Rabiโ, salah satu saudagar kaya Madinah.
Ketika Saโad menawarkan separuh harta dan istri-istrinya agar dibagi, Abdurrahman menolaknya dengan halus dan berkata: โTunjukkan saja di mana pasar, aku akan mencari nafkah sendiri.โ Inilah awal mula Abdurrahman bin Auf memulai perjalanan bisnisnya di Madinah.
Strategi Bisnis Abdurrahman bin Auf
1. Kejujuran dalam Berdagang
Salah satu pilar utama dalam bisnis Abdurrahman bin Auf adalah kejujuran. Ia tidak pernah menipu dalam takaran, kualitas barang, atau dalam transaksi apa pun. Kejujuran ini membuatnya sangat dipercaya oleh para pelanggan dan rekan dagangnya.
2. Menjaga Etika dan Akhlak
Ia tidak memanfaatkan kelemahan pembeli atau kondisi pasar untuk mengambil keuntungan berlebihan. Prinsipnya adalah: keuntungan boleh dicari, tapi tidak dengan merugikan orang lain. Dalam Islam, etika berdagang sangat ditekankan, dan Abdurrahman adalah contoh nyata penerapan prinsip tersebut.
3. Pantang Bergantung, Semangat Mandiri
Meskipun difasilitasi oleh Saโad bin Rabiโ, Abdurrahman bin Auf memilih mandiri. Ia percaya bahwa kemuliaan seseorang dalam mencari rezeki terletak pada usaha keras dan bukan dari belas kasihan orang lain.
4. Tidak Takut Memulai dari Nol
Abdurrahman memulai bisnis di Madinah dari menjual minyak wangi dan makanan kecil. Lambat laun, usahanya berkembang pesat dan ia menjadi salah satu orang terkaya di Madinah.
Kekayaan yang Tak Membutakan

Dermawan Tanpa Batas
Abdurrahman bin Auf tidak hanya dikenal karena kekayaannya, tetapi juga karena kedermawanannya yang luar biasa. Ia selalu mendahulukan kepentingan umat dibanding kepentingan pribadi.
Beberapa kisah kedermawanannya antara lain:
- Menyumbang 500 ekor kuda untuk jihad fi sabilillah.
- Menyumbang 1500 ekor unta untuk keperluan umat.
- Pernah menyumbang setengah dari seluruh kekayaannya dalam Perang Tabuk.
- Membebaskan 100 budak sebagai bentuk ibadah dan kemanusiaan.
- Memberi nafkah kepada janda-janda sahabat Nabi dan kaum miskin secara rutin.
Wasiat Harta untuk Keluarga Nabi
Ia juga mewasiatkan agar 50.000 dinar dari hartanya diberikan kepada Ahli Bait (keluarga Nabi). Ini menunjukkan betapa besar cintanya kepada Rasulullah SAW dan keluarganya.
Kedekatan dengan Rasulullah SAW
Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Ia ikut dalam berbagai peperangan, termasuk Perang Badar dan Uhud. Dalam Perang Uhud, ia terluka parah dengan lebih dari 20 luka di tubuhnya, namun tetap setia dalam perjuangan. Rasulullah SAW bersabda: โAbu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga…โ (HR. Tirmidzi) Pernyataan ini adalah pengakuan langsung dari Nabi Muhammad SAW atas kebaikan dan amal luar biasa dari Abdurrahman bin Auf.
Pelajaran Penting dari Abdurrahman bin Auf
1. Islam Tidak Menolak Kekayaan
Abdurrahman bin Auf adalah bukti nyata bahwa menjadi kaya bukanlah hal yang tercela dalam Islam. Justru, kekayaan bisa menjadi alat untuk mendekatkan diri kepada Allah, jika digunakan dengan benar.
2. Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Meski sukses sebagai pebisnis, ia tidak lalai beribadah. Ia tetap aktif dalam shalat berjamaah, jihad, dan dakwah. Inilah teladan sempurna dalam menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.
3. Dermawan adalah Jalan Menuju Surga
Kedermawanannya menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya dijamin masuk surga. Islam menekankan pentingnya berbagi rezeki dengan orang yang membutuhkan.
4. Etika Bisnis Adalah Kunci Keberkahan
Kejujuran, keadilan, dan tidak menipu adalah prinsip dasar dalam bisnis Islam. Abdurrahman bin Auf mengajarkan bahwa keberkahan bisnis bukan hanya dari banyaknya untung, tetapi dari kehalalan dan manfaatnya.
Warisan dan Pengaruh Jangka Panjang
Selama hidupnya, Abdurrahman bin Auf tidak hanya mengembangkan usahanya sendiri, tetapi juga membantu memajukan ekonomi umat Islam. Ia mempekerjakan banyak orang, membantu mereka membuka usaha, dan menjadi contoh bagi para pengusaha Muslim lainnya.
Kisah hidup Abdurrahman bin Auf terus diceritakan dalam buku-buku sejarah Islam, majelis taklim, khutbah Jumat, dan pelatihan bisnis Islami. Ia menjadi inspirasi pengusaha Muslim di seluruh dunia.
Abdurrahman bin Auf dalam Pandangan Ulama
Ulama sepakat bahwa Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat paling utama. Imam Nawawi dalam kitabnya menyebutkan bahwa ia termasuk sahabat yang memiliki banyak keutamaan dari segi keimanan, jihad, dan amal sosial. Bahkan, Imam Syafiโi menyebutnya sebagai salah satu sahabat paling dermawan sepanjang sejarah.
Abdurrahman bin Auf bukan hanya seorang pedagang biasa, tapi ikon kesuksesan yang spiritual dan finansial. Ia menunjukkan kepada umat Islam bahwa menjadi kaya bukanlah hambatan untuk masuk surga, asalkan harta tersebut digunakan untuk kebaikan. Dengan integritas, kerja keras, dan kedermawanan, ia menempatkan dirinya sebagai salah satu sahabat yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Kisah Abdurrahman bin Auf adalah contoh abadi bagi siapa saja yang ingin meniti jalan kesuksesan dengan tetap berada di koridor Islam. Dalam dunia modern yang penuh tantangan etika, kita memerlukan lebih banyak pengusaha seperti beliau โ jujur, adil, dan dermawan.